Memaafkan…
Memaafkan? Wah…Sulit tuh!
Bagaimana jadinya yach jika suatu hari teman
kita melakukan kesalahan yang sangat menyakitkan bagi kita? Haruskah
diselesaikan dengan pertengkaran? Atau bisakah kita mengabulkan
permintaan maafnya dengan tulus dan tanpa memarahinya meski kita berhak
melakukannya?
Memecahkan permasalahan dengan pertengkaran dan perdebatan bukanlah
solusinya, justru akan menambah rumit suatu permasalahan dan membuat
suasananya semakin panas serta mengakibatkan permusuhan antara kita
dengan teman kita. Mengapa harus diselesaikan dengan pertengkaran, jika
teman yang kita anggap melakukan kesalahan sudah berani mengakui
kesalahannya dan berani untuk meminta maaf kepada kita. Bisakah kita
memaafkannya dengan tulus?
Memaafkan? kata yang mudah sekali untuk diucapkan tetapi mengapa
banyak diantara kita belum bisa menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari? Didalam Al-Qur’an pun ALLOH telah memerintahkan untuk
memaafkan dan berbuat baik, meskipun membalas kejahatan dengan kejahatan
serupa tidak dilarang asalkan sama dengan kejahatan yang dilakukan
kepada kita. Tetapi memaafkan kesalahan akan mendapatkan ganti yang
lebih baik dari ALLOH. “
Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan
yang serupa, maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya
atas tanggungan ALLOH. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang
zhalim” (
QS Asy-Syura:40).
Dalam berteman, benar nggak sih kalau kita adalah manusia yang paling
sempurna yang tidak pernah melakukan kesalahan sekalipun kepada teman
kita. jika kita mau jujur, setiap manusia termasuk kita juga pernah
melakukan kesalahan. Begitupula sahabat atau teman kita mereka juga
seorang manusia kan? Bukankah manusia tempatnya salah atau lupa? Tidak
hanya itu, besar kecilnya suatu kesalahan tergantung bagaimana kita
melihatnya. Jiak kita memiliki hati yang kecil maka sekecil apapun
kesalahan tersebut kita akan memandangnya sebagai sebuah kesalahan yang
besar.
Jika kita belum dapat memaafkan teman yang telah mengakui
kesalahannya dan berani untuk meminta maaf pada kita, coba kita
bayangkan jika kejadiannya itu berubah. Artinya kita yang melakukan
kesalahan terhadap teman kita, dan sudah berusaha meminta maaf serta
mnyesal dan berjanji tidak akan mengulangi kembali. Tetapi teman kita
tetap tidak mau memaafkan kesalahan kita. Bagaimana perasaanmu? Sedih
kan? Jika kita tersiksa dengan hal ini dan sangat menyesal mengapa
melakukan kesalahan kepadanya, mka teman kita juga punya perasaan yang
sama jika kita tidak memaafkan kesalahannya. Dengan memaafkan kesalahan
teman kita, maka kita tidak akan rugi. ALLOH akan memberi pahala dan
mengganti dengan yang lebih baik, apabila kita memaafkannya dengan
tulus. Justru kita akan rugi jika tidak mau menerima permintaan maafnya,
kita akan kehilangan teman. Dan inget, mencari teman lebih sulit
daripada mencari musuh.
Janji ALLOH apabila kita mau memaafkan kesalahan teman kita adalah sebagaimana firman-Nya,”…
dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa ALLOH mengampunimu…?” (
QS: An-Nur:22). Wah mau tidak diampuni ALLOH? “…
Dan
jika kamu memaafkan dan tidak memarahinya serta mengampuni (mereka)maka
sesungguhnya ALLOH Maha Pengampun lagi Maha penyayang”(
QS at-Taghabun:14).
Masih banyak ayat lainnya yang memerintahkan kita untuk memaafkan
kesalahan orang lain. Karena orang yang memaafkan itu sangat mulia
disisi ALLOH., meski orang yang bersalah dan menyakiti kita tidak mau
meminta maaf dan tidak mengakui kesalahannya, tetapi kita sudah
memaafkan kesalahannya terlebih dahulu dengan lapang dada. Karena
barangsiapa yang tidak membalas kesalahan orang lain karena ALLOH maka
akan diganti oleh ALLOH dengan sesuatu yang lebih baik. Kita akan
mendapatkan ampunan dari ALLOH (QS An-Nur:22). Dan pahalanya atas
tanggungan ALLOH, “…
Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas tanggungan ALLOH “ (
QS Asy-Syura: 40 ). Bagaimana sudah dapat memaafkannya kan?
Wahai kawanku, coba kita renungkan apakah selama ini teman kita
sering melakukan kesalahan? Atau hanya satu kesalahan saja kemudian kita
rela memutuskan hubungan persahabatan yang sudah terjalin selama ini?
tentu tidak kan? Berlapang dadalah wahai kawan! Dengan memaafkan kita
tidak akan kekurangan apapun, bahkan ALLOH akan memberikan pahala yang
jauh lebih besar daripada sekedar pengorbananmu untuk memaafkan
kesalahan temanmu.
Bagaimana bisa kan memaafkannya dengan tulus, ALLOH tidak akan
mengingkari janji-Nya. Kalau kita tidak ingin kehilangan teman maka
maafkan kesalahannya. Setuju khan?